Jumat minggu ini dan minggu kemarin... sama-sama sibuk teater-an. Bedanya, jumat kemarin saya sebagai sutradara, dan jumat ini saya sebagai pemain. Jumat kemarin saya harus sibuk ngurus backsound, jumat ini saya sibuk ngapalin naskah yang saya sendiri ngga tau artinya apa. Jumat kemarin tiba-tiba Ola datang dengan membawa bakpo, dan jumat ini tiba-tiba Audrey nongol di tempat dengan wajah sumringahnya bersama Moniks dan Icha.
Yay, jumat minggu kemarin, 1 Juni, saya dan teman-teman teater 2011 dapat tugas buat nampil. Semuanya udah terbagi jadi 4 kelompok. Pada akhirnya, yang nampil cuma 3 kelompok. Kelompok Iblis, kelompok Nyonya, dan kelompok saya, Mucikari. Kelompok Iblis, masya Allah udah siap sematang-matang nya. Ibarat telor ceplok, kelompok mereka itu udah gosong saking kelamaan digoreng. Kelompok Nyonya juga udah mateng, ibarat telor dadar, kelompok mereka itu udah kuning kecoklatan, udah mateng dan siap dimakan. Nah, kelompok saya, ibaratnya telor busuk saking kelamaan nunggu digoreng -_-
Jadi ceritanya, kelompok saya rencana mundur. Udah H-5 juga belum ngerencanain apa-apa. Padahal tugasnya udah semenjak 3 bulan yang lalu. Entah siapa yang harus disalahkan, saya sebagai sutradara tentu tak mau disalahkan. Sayang sekali bung, rencana mundur telah mencair jadi bubur. Poster acara yang bertajuk Renoviesta telah dicetak dan telah terketik dengan indahnya nama saya di lembar poster terkutuk itu. Persiapan terpaksa akan kami lakukan. Hari Kamis, tepatnya H-1, barulah kami latihan, baru latihan. Latihan perdana sekaligus terakhir sekaligus gladi kotor. Kelompok macam apa.... Sutradara macam apa.... Pemain macam apa.... Pemain aja ada yang baru kepanggil hari itu juga.
Hari Jumatnya, saya dengan sok sibuknya ngurus dari pagi sampe-sampe bolos faal. Saat itu juga saya mengalami disorientasi jabatan. Sebagai sutradara, juga sebagai pembantu umum. Malamnya, ada teman saya membawa dua temannya yang lugu-dan-mau-mau-aja, akhirnya dua orang banyak dosa tersebut ikutan main memerankan peran sekenanya. Ola yang datang dengan bakpo chik yen dalam genggaman dan rencana suci hanya-nonton ikutan terjebak rayuan maut om-om genit, Mas Hari, dan dia juga ikutan lenggak-lenggok diatas panggung walopun cuma 3 detik dan adegannya hanya lewat kemudian berhenti sejenak memandang pelacur dengan tatapan sedih-ga-punya-uang-buat-nawar-pelacur sambil tangan menggapai-pelacur-tapi-tak-tergapai, kemudian ngilang dibalik backdrop. Ya, Ola jadi laki-laki ga macho karena ga punya duit...
Pementasan hari itu saya anggap sukses. Dilihat dari persiapan segalanya yang cuma semalam dan dibandingkan dengan kelompok lain yang sampai gosong sih ngga jauh beda :3
Nah, Jumat ini saya mainnya untuk tugas mbak Putri aja, jadi cuma nampil syalalala cucururup gitu. tapi ketika mbak Putri bilang kalo tugasnya ini sampe 70% bobot tugas semuanya, saya ngga jadi cuma nampil syalalala cucururup, tapi saya berlatih walaupun tidak keras. Peran saya adalah jadi pendeta. Ya, pendeta bung! Bagaimana bisa mbak Putri memberikan peran pendeta kepada gadis muslimah penuh keluguan seperti saya? Mana dialognya pake bahasa spanyol yang spellingnya aja butuh kerja keras otot-otot orbicularis dan buccinator (iya, maaf ilmu anatomi saya sebatas itu).
Penampilan yang ini adalah sumpah-ancur-dan-sekenanya-banget. Gimana engga, pas gladi bersih, mas Priyo dengan suramnya mendekati kami yang lagi latian dan bilang: Put, it's your turn. Ngoook! -..- Lupa belom make up, kerudungku juga belum di-voila sama mas Hari, jadi deh saya si pendeta-gendut-yang-terkesan-muslimah-dari-jilbabnya. Mana cuma pake jas, bukan pake jubah menjuntai gitu. So huft. Dan mbak Putri, sehabis nampil, bilang: Kalo kita latihan luar biasa hasilnya akan bagus, latihan bagus hasilnya cukup, latihan cukup hasilnya jelek, latihan jelek hasilnya....
Hari itu ditutup dengan makan-makan makanan seafood daerah Mulyosari ditraktir mbak Putri sampe jam 12-an. Disana, woah, si Yasinta ngga pernah bisa diem, Pare sekalinya ngomong bikin ngakak, dan kami ketawa-ketiwi terus turut meramaikan suasana malam itu.
Btw, udang telornya wenak :9
Mahasiswi yang hidup sekenanya,

YA ALLAH OJOK DICERITAIN
BalasHapus