Dunia memang sempit.
Kadang waktupun mulai menyempit.
Tak terasa sakit yang melilit.
Hingga kulit tak lagi mengernyit.
Jangan dengar aku.
Bukan hatiku yang berderu.
Tapi sel baru yang mulai beradu.
Pun jiwa kelu dan luka pilu.
Harap terus terucap.
Sampai lidah lelah mengecap.
Kenapa sel ini terus tumbuh seperti kurap?
Kuharap segera pergi ditelan gelap.
Aku ingin mundur.
Perlahan dan teratur.
Setelah dunia seolah mengatur,
aku ingin tidur.
Kadang waktupun mulai menyempit.
Tak terasa sakit yang melilit.
Hingga kulit tak lagi mengernyit.
Jangan dengar aku.
Bukan hatiku yang berderu.
Tapi sel baru yang mulai beradu.
Pun jiwa kelu dan luka pilu.
Harap terus terucap.
Sampai lidah lelah mengecap.
Kenapa sel ini terus tumbuh seperti kurap?
Kuharap segera pergi ditelan gelap.
Aku ingin mundur.
Perlahan dan teratur.
Setelah dunia seolah mengatur,
aku ingin tidur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar