bau segar tanah terhujani
bau semerbak mawar menghiasi.
di pagi ini, di tempat ini.
mengunjungimu lagi.
menyapamu dengan doa dari hati.
maaf, hanya tanah suci ini yang menemani tidurmu yang abadi.
harusnya aku, yang menggantikan cacing maupun belatung disampingmu.
harusnya aku, yang menggantikan balutan kafan lusuh ditubuhmu.
harusnya aku, yang giliran terjaga saat kamu tertidur lelap, lelap sekali.
harusnya aku, yang mengusahakan itu, tapi aku tak mampu.
maaf kalau aku selama ini belum menjadi anak yang baik.
maaf kalau aku selama ini belum membahagiakan hidupmu.
maaf.
maaf.
maaf.
dan aku menyesal.
bau semerbak mawar menghiasi.
di pagi ini, di tempat ini.
mengunjungimu lagi.
menyapamu dengan doa dari hati.
maaf, hanya tanah suci ini yang menemani tidurmu yang abadi.
harusnya aku, yang menggantikan cacing maupun belatung disampingmu.
harusnya aku, yang menggantikan balutan kafan lusuh ditubuhmu.
harusnya aku, yang giliran terjaga saat kamu tertidur lelap, lelap sekali.
harusnya aku, yang mengusahakan itu, tapi aku tak mampu.
maaf kalau aku selama ini belum menjadi anak yang baik.
maaf kalau aku selama ini belum membahagiakan hidupmu.
maaf.
maaf.
maaf.
dan aku menyesal.
ojok ngomong gini, aku yo keikut :""
BalasHapuskalian berdua ojok sedih yo. habis ini uas lho :"
BalasHapus