Sabtu, 07 April 2012

besok-harus-fokus-kuliah

Senin: Hari antiklimaks ngasih Ayu kejutan. Masa iya dia ulang tahun tapi ga mau disiram-siram kecap atau saus tomat. Dan kita sendiripun ketakutan, Ayu udah pasang muka cemberut-se-cemberut-cemberutnya. Malah saya-audrey-ola-bella yang bermain-main sendiri dengan tepung-telor-kecap-saus-kopi. Kok bodoh sih -_- Abis acara anti klimaks itu... kita ke kosan ayu, minta maaf dan ngasih kado. Terus makan malam di d'cost kayoon. Sampai kosan, mandi. Tugas terbengkalai karena saya langsung tepar.

Selasa: Rencana nonton The Hunger Games sama Ola karena merasa ketinggalan gaul dari Audrey yang udah nonton duluan seminggu yang lalu. Seminggu men. Seminggu. Jadi habis teater, saya jemput Ola dan menuju Grand City buat nonton. Jam berapa ya waktu itu, kalo ngga salah jam 20.40 deh. Karena naik motor, helm saya dan Ola dititipin di penitipan helm. Bayar 2000 rupiah. Tidak ada rasa bersalah. Oke, langsung menuju eks-eks-wan pesen tiket dan makan. Selesai nonton kira-kira jam 11 malam gitu. Grand City udah sepi. Langsung menuju lift dan turun ke parkiran. The kampret moment nya adalah, penitipan helm udah tutup. Saya dan Ola hanya bisa memandang sayu helm kita yang tersimpan rapi di etalase. Melihat kita yang sudah-setengah-nangis (nangis ketawa), penjaga parkir menghampiri dan memberikan secercah harapan. Penjaga itu bukain pintu penitipan, terus mencoba buka etalase. Ya jelas dikunci lah, bapaaaaak! Melihat kita yang hopeless pulang ngga pake helm, si penjaga bilang "besok aja ambilnya, jam 10 sudah buka" Besok men. Besok. Ola kok ya tolol ga bilang ke saya kalo jam buka penitipan helmnya itu jam 10.00 - 22.00. Padahal dia katanya baca di papannya. Bodoh pol. Pulang dengan ngga pake helm. Dengan kerudung berkibar-kibar mengekspos jidat yang sedikit lebar.

Rabu: Rencana ambil helm sehabis pulang kuliah. Jam berapa ya itu, sekitar jam setengah tiga sore. Naik taksi ke Grensi. Gren-siti. Sampe Grensi, saya dan Ola makan dulu. Habis gitu langsung cabuts ke parkiran motor dan ambil helm. Begitu mau lewat sebuah pintu kaca Convention Hall-nya Grensi, kita melihat....segerombolan abege kelewat tua foto-fotoan di pintu itu. The awkward momentnya adalah.. yang foto-foto itu laki. Dengan tangan nempel di pintu kaca, dan senyum unyu-imut-manis-manja plus lirikan maut yang wow bikin kita meleleh ketawa. Pokoknya pose nya itu loooooh............unyu-unyu-baby. Ngga tahan dengan situasi, langsung kita balik badan dan memutuskan turun cepet-cepet. Cepet-cepet masuk lift biar bisa ketawa ngakak. HAHA. Sampe di tempat penitipan helm, si mas-mas penjaga helm senyum-senyum dan bilang "mau ambil helm ya". Iyalah, masa mau ambil hatimu -________________-" Sukses ambil helm terus balik deh, aku ke kampus dan Ola ngga tau kemana, ikut ke rumah supir taksinya mungkin.
Malamnya, saya, Audrey, dan (lagi-lagi) Ola memutuskan nonton The Raid. Karena kita ngga mau ketinggalan gaul sama anak-anak lainnya hahaha. Katanya masuk nominasi apaanlah-segala-macem. Katanya bagus. Katanya keren. Katanya gaul. Katanya katanya katanya..... Begitu nonton.. kampret-ini-film-apaan. Tapi bagus banget sih emang, ini film Indonesia lho. Film Indonesia. Tumben bukan film horor jupe-depe yang hantunya aja pake kemben. Bagus, soalnya action tembak-tembakan, pukul-pukulan, darah-darahan, tusuk-tusukan, seret-seretan, loncat-loncatan, jatuh-jatuhan, pokoknya ngga pacar-pacaran atau cium-ciuman. Tapi lho...ngga ada esensinya. Maksudnya itu, kan polisinya menggerebek. Terus bunuh-bunuhan dan segala macem. Terus bos mafianya mati. Terus ternyata salah satu mafia itu adalah kakaknya si polisi. Terus udah polisinya tinggal 3, yang lainnya mati. Terus.....lha opo'o? -_- kok....penting?

Kamis: Diajak bolos biokimia sama Ola, soalnya dia mau tambal gigi bolong. Awalnya ngga mau, soalnya kan saya mahasiswi rajin bets. Tapi saya pengen ngerasain scaling. Udah dari awal semester satu, udah ngerencanain scaling sama bandota. Tapi lama-lama kelupaan. Sekalian wes, saya scaling. Biokim biasanya saya juga tidur di kelas. Ke klinik naik motor dengan helm nemplok di kepala dengan anggunnya. Ke kampus B jam 12 siang. Sampe AHCC ternyata alat-alatnya masih disterilisasi, kudu nunggu sampe sejam. Kitapun memutuskan buat sholat Dhuhur. Kita kan beriman :3 Di masjid malah ngomongin banyak hal. Pertama-tama kita memperhatikan ke-gaul-an berpakaian mahasiswa-mahasiswa kampus B. Trendy, stylish, gaul. Habis lihat gaya anak kampus B, lihat gaya kita.....fashion-nista. Nista. Terus memperhatikan laki-laki kampus B. Apalagi FEB. Bandingkan sama FKG. Antiklimaks.
Habis scaling dan tambal, kitapun memutuskan makan. Karena Audrey cerita bahwa dia udah pesen delivery mcd, kita kepengen makan mcd dan akhirnya tibalah kita di Delta. Gerimis-sedikit-lebat men saat itu. Karena takut dalemannya helm basah, saya cuma nyantolin helm dikaca spion. Helm Ola (a.k.a helm kak dysha) juga dicantolin gitu aja. Di mcd, Audrey minta nitip soalnya yang delivery ngga bisa nganter, keujanan. Saya suruh nyusulin aja. Dan akhirnya kita bertiga makan di mcd. Ngga cuma makan, di mcd kita (esp. Ola) ngecengin anak SMA gaul dan keren. Padahal engga sama sekali. Selain ngecengin, kita juga memperhatikan mudi-mudi semacam eksekutif muda dengan make up lengkap mulai dari bedak, blush on, eye shadow, maskara, dan kosmetik-lain-yang-kita-ngga-tau-namanya setebal 5 mm. Udah gitu ngerokok lagi. Terus pakai pakaian yang....serba minimalis sampai kalo duduk cuma nutupin pantat. Terus gaulnya sama bule-bau-tanah. Bule yang udah dianggap ngga layak makan junk food karena faktor usia. Hahaha kok antiklimaks gini sih.
Habis makan, kita pulang. Audrey dan Ola naik taksi. Tapi Ola mau ambil helm kak dysha dulu. Sampai di tempat motor.......................................helm saya hilang. Hilang sodara-sodara! Lagi! Terkutuk kau pencuri. Semoga hidupmu dihabiskan dengan derita bisulan di gusi!

Jumat: Niat bermain ke Malang akhirnya kesampean. Tapi...Audrey udah balik Jekardah. Ayu pulang ke Lampung. Bella merayakan Paskah. Imok ada keluarganya datang ke Surabaya. Demi nge-gym. Berdua wes sama Ola. Dianter-ditunggu-dijemput sama bapak saya. Mas dan pacarnya ikut. Untung ada Mbak Vivi ikutan ke Jatim Park, setidaknya saya dan Ola ngga terkesan semacam pasangan lesbi yang lagi liburan -_- Agak ngga sesuai harapan sih. Terlalu banyak hal bodoh yang diceritakan. Ha-ha-ha.

Udah ah cape ngetik. Sabtu-Minggu ini mau saya habiskan dengan berkutat di depan laptop dan buku faal dan buku praktikum histo dan atlas anatomi. Setelah hari-hari aktif saya habiskan dengan membodohi diri sendiri dengan bermain sama Ola Audrey Ayu dan Bella, minggu depan kudu hidup dengan semangat baru dan usia baru mwehehehehehehee :3

Mahasiswi yang jarang belajar,

Rabu, 04 April 2012

playing word-ing :3 part VIII

Bukan. Aku bukan tertahan.
Bukan juga melawan.
Tapi hati tak kunjung tertawan.
Yang kuyakinkan, saat kuhampiri wartawan.
Aku yakin, aku cantik dan menawan.


semacam...gagal menyusun kata ._."

Selasa, 03 April 2012

-_-

hm, semacam pilu terbagi. yang suka disimpan. yang sedih dikasih. yang senang dibuang. yang sini senep. teman berduka.

Senin, 02 April 2012

-_-

hahaha apa sih kok semacam nyampah dipergantian hari gini ya? hm, sedikit tenang kalo sudah begini. sedikit ya, masih se-di-kit.

playing word-ing :3 part VII

Aku ngga tau harus gimana. Semacam duka ditambah dusta. Tak mampu berkata, tapi juga tak mampu bersuka. Hanya bertanya sesuatu yang tak jelas ujungnya. Hingga bosan dengan segala yang ada.
Ingin menepi. Bermain dengan sepi. Cuma terasa sunyi. Namun tetap ditemani. Walaupun hanya dengan mimpi.
Merasa bosan dengan malu. Semacam sakit digetok palu. Aku melucu? Hahaha itu palsu. Tidak sepenuhnya palsu, tapi semacam hiburan baru.

playing word-ing :3 part VI

Bukan maksud, tapi kenapa jadi terhasut? Setelah sekian lama merajut, benang ini menjadi kusut!
Seperti pensil aku meraut, seperti cerita aku tertaut. Aku tak ingin terhanyut, tapi kenapa arus semakin membawaku ke laut?
Semakin terasa berdenyut, saat itu pula aku takut. Semacam hati yang selalu kalut, hanya mampu menutup mulut. 

Penuh tanya, penuh prasangka. Maaf, Tuhan, aku hanya tak mau jadi tersangka.

playing word-ing :3 part V

Dunia memang sempit.
Kadang waktupun mulai menyempit.
Tak terasa sakit yang melilit.
Hingga kulit tak lagi mengernyit.

Jangan dengar aku.
Bukan hatiku yang berderu.
Tapi sel baru yang mulai beradu.
Pun jiwa kelu dan luka pilu.

Harap terus terucap.
Sampai lidah lelah mengecap.
Kenapa sel ini terus tumbuh seperti kurap?
Kuharap segera pergi ditelan gelap.

Aku ingin mundur.
Perlahan dan teratur.
Setelah dunia seolah mengatur,
aku ingin tidur.

story-ing part III

Aku bosan bertemu. Benci hingga akhirnya kamu lalu. Dan saat aku merasa baru, kamu datang bertamu di hari-hariku. Mengganggu waktu sehatku. Aku bosan menjamu. Kenapa kamu datang selalu tak tepat waktu? Selalu aku coba memacu waktu. Dan disaat waktu tidak mau, aku harus berbuat apa kepadamu?

-aku dan tugas kuliah-